waktu berdetak waktu berdetak

aktu Berdetak

×

Aku pernah hidup hanya separoh hati (bagian keempat)

Antara aku dan Sana  Tempat itu seolah berada di bibir tebing, tetapi sebenarnya hanya diketinggian bukit yang sedikit curam. Dan aku d...

Aku pernah hidup hanya separoh hati (bagian ketiga)

ROSTIANTI dan BAYU Ros adalah seorang gadis dari suku melayu, aku sangat mengenali ciri cirinya: Berkulit putih dengan logat melayu dari k...

Taman bunga mawar untuk Magdalena

Dulu dia adalah bunga desa, wajahnya cantik jelita, rambutnya hitam panjang sepinggang, saat itu dia masih SMP kelas 2. Dan aku adalah s...

Waktu Yang berdetak (bagian pertama)

BAGIAN I: KELUARGA DI DESA Dimasa penghujung masa remajaku saat masih berusia 19 tahunan, aku hidup disebuah desa yang terletak dite...

Aku pernah hidup hanya separoh hati (bagian kedua)

Kuli bangunan Bersama saudara sepupuku kami menunggu "bos" datang, jelas dia membutuhkan kami. Dia adalah pemilik pekerjaan ...

Aku pernah hidup hanya separoh hati (bagian pertama)

Story at the far end life “We must understand that sadness is an ocean, and sometimes we drown, while other days we are fo...

Kafe senja

Tentu saja senja ketika cahaya meredup dilangit dan berganti pendar pendar lampu kota, dan lalu bangku bangku di kafe itu menjadi ramai, m...